Saturday, 21 January 2017

Enak Bersyukur atau Mengeluh



 ”Janganlah kamu mengatakan, ’Seandainya aku mengerjakan ini niscaya akan begini dan begitu’.  Akan tetapi katakanlah, ’Semuanya itu telah menjadi takdir Allah dan apa yang Allah kehendaki itu pasti terjadi’.  Sesungguhnya kata ’seandainya’ akan membuka pintu perbuatan syetan” (HR Muslim)


Ada suatu kisah menarik yang menggambarkan dengan jelas bahwa orang yang sering komplain adalah orang yang tidak mau bersyukur dan tidak mau mengambil pelajaran  positif dari setiap kejadian.  Kisah ini saya nukil dari negeri Cina yang terjadi beberapa abad lalu. Alkisah, hiduplah seorang petani tua di sebuah desa bersama dengan istri dan seorang anak laki-lakinya yang tampan lagi gagah.  Kebetulan, petani ini memiliki dan memelihara seekor kuda jantan berwarna putih yang sangat gagah perkasa.  Saking hebat dan bagusnya kuda putih ini, maka semua orang yang melihatnya merasa kagum dan memujinya.  Sang petani begitu bangga dengan kuda kesayangannya tersebut.  Setiap hari kuda tersebut dimandikan, dirawat dan diberi makan yang istimewa layaknya anaknya sendiri.

Suatu pagi, ketika akan membuka kandang kudanya, alangkah terkejutnya ia melihat kudanya telah hilang.  Kemudian ia berteriak kepada orang-orang desa dan menceritakan bahwa kudanya telah hilang, ”sunguh sial nasib saya, kuda kesayangan saya hilang...”, keluh petani ini. Maka berbondong-bondonglah orang-orang desa membantunya mencari kuda tersebut ke berbagai pelosok desa bahkan hingga ke hutan.  Tetapi, hingga sore hari tidak ditemukan juga.  Kembalilah orang-orang desa ke rumah mereka masing-masing. 

Tiba-tiba, di penghujung sore, terdengarlah ringkikan beberapa ekor kuda di kandang si petani tersebut.  Rupa-rupanya, kudanya yang hilang tadi pergi ke tengah hutan dan bergabung dengan teman-temannya, kemudian ia pulang membawa 4 ekor temannya masuk ke kandang.  Sang petani tersenyum sambil bergumam, ”kuda pintar, kini aku memiliki 5 ekor kuda... maka aku menjadi kaya hari ini...”. 

Esok harinya, sang petani bercerita bahwa ia kini memiliki 5 ekor kuda yang gagah-gagah, 4 diantaranya masih merupakan kuda liar yang dibawa oleh kuda putihnya.  Siang hari, anak sang petani menaiki satu ekor kuda liar dan kuda tersebut berontak hingga anak sang petani terjatuh hingga jempol kaki kanannya putus.  Kembali sang petani mengeluh, ”Sungguh sial nasib saya, hari ini anak saya terluka dan harus kehilangan jempol kakinya karena kuda berengsek itu...”. 

Beberapa hari setelah kejadian itu, pecahlah perang di negara yang didiami oleh sang petani tersebut.  Berhubung negara membutuhkan tenaga tambahan prajurit, maka setiap rumah wajib mengirimkan anak laki-lakinya untuk ikut program Wajib Militer.  Datanglah satu kompi tentara ke desa petani tersebut dan memeriksa setiap rumah untuk mengambil anak laki-laki dari desa tersebut, termasuk anak laki-laki si petani ini.  Saat itu, si petani kembali mengeluh, ”sungguh sial nasib saya, anak laki satu-satunya harus dibawa oleh tentara untuk ikut perang... ooh Tuhan, mengapa sial sekali hidup saya ? Bagaimana nanti jika anak saya mati di medan perang ?...”

Ketika bertempur di medang perang, pasukan terdesak oleh serangan musuh, hingga akhirnya mereka melarikan diri ke tengah-tengah hutan.  Tiada yang menyangka bahwa hutan itu didiami oleh suku primitif yang masih menganut model kanibalisme.  Maka dari sekian tentara yang selamat, termasuk salah satunya anak petani tadi, tertangkaplah mereka oleh suku primitif tersebut.  Mereka semua dikerangkeng untuk dipersiapkan dalam suatu pesta BBQ (baca: barbeque = sate dan ”orang guling”). 

Sebelum dijadikan bahan panggangan, mereka diberikan waktu satu minggu untuk dibuat gemuk.  Dalam masa itu, mereka diberikan kesempatan untuk menulis surat kepada keluarga mereka.  Maka sang anak petani tadi, menulis surat kepada ayahnya dan menceritakan kondisinya kini, ”Ayah, aku tidak tewas di medan perang... aku sehat-sehat saja... tetapi sekarang aku sedang dikerangkeng oleh suku primitif di tengah hutan untuk dipanggang dan dijadikan santapan makan malam mereka nanti...”. 
Membaca surat tersebut, maka sang petani menangis dan kembali mengeluh, ”Sungguh sial nasibku ini... anak laki-laki satu-satunya diambil tentara, bukannya mati membela negara, malahan mati disantap suku primitif... ooohh Tuhan, mengapa sungguh malang nasibku ini ?”. 

Hari yang ditakutkan tiba, seluruh tawanan dikeluarkan satu per satu dari kerangkeng untuk mulai di panggang di atas bara api yang telah disiapkan.  Sebelum dipanggang, maka ketua suku berkenan memeriksa satu persatu kondisi fisik mereka.  Salah satu hal yang tabu bagi suku ini adalah memakan santapan yang kondisi fisiknya tidak lengkap, maka selamatlah anak sang petani tadi karena jempol kakinya tidak ada.

”Sesungguhnya manusia diciptakan dengan memiliki sifat keluh kesah lagi kikir.  Apabila ia ditimpa kesusahan, maka ia berkeluh kesah (komplain), dan apabila ia mendapat kebaikan maka ia berlaku amat kikir”
(Al Ma’aarij : 19-21)

Saudara, apapun kondisi yang Anda alami, maka jauhkanlah komplain, mengeluh dan putus asa, karena ia bukan bagian dari akhlak Islam yang mulia.  Syukur atas segala kejadian adalah lebih utama.  Lebih baik Anda pikirkan sisi positif dan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang menimpa Anda.  Yakinlah, bahwa setiap kejadian memiliki hikmah tersendiri yang dapat menjadi pelajaran berarti bagi kemajuan Anda kelak.                

Mulai hari ini, stop komplain, stop melempar kesalahan pada orang lain dan lingkungan Anda.  Sebaliknya, mulailah membiasakan diri untuk melakukan introspeksi terlebih dahulu. Biasakanlah untuk menyatakan tanggung jawab secara total terhadap apapun yang terjadi pada hidup dan kehidupan Anda. 

Jika Anda terus-menerus melakukan komplain dan mencari-cari alasan dan kesalahan pada pihak lain, maka Anda tidak akan mencapai tangga-tangga menuju keberhasilan.  Jika Anda ingin menjadi seorang yang sukses, berhasil dan selalu menjadi juara dalam kehidupan Anda, maka mulailah biasakan untuk mengakui kebenaran sebuah prinsip yang menyatakan bahwa Andalah yang bertanggung jawab terhadap hidup dan kehidupan Anda. 

Catet nihhh:

v  Anda sendirilah yang telah mengambil keputusan untuk memilih teman Anda bergaul saat ini
v  Anda sendirilah yang telah mengambil keputusan untuk tidak berolahraga
v  Anda sendirilah yang telah mengambil keputusan untuk hidup dengan gaya yang tidak sehat
v  Anda sendirilah yang telah memutuskan untuk belajar mendadak sebelum ujian
v  Anda sendirilah yang telah memutuskan untuk banyak bermain-main dan malas belajar
v  Anda sendirilah yang telah memutuskan untuk bekerja di tempat sekarang Anda bekerja
v Anda sendirilah yang telah memutuskan untuk tidak bekerja secara optimal sehingga prestasi Anda biasa-biasa saja
v  Anda sendirilah yang telah memutuskan untuk malas belajar dan membaca Al-Qur’an, tidak mau menghafalnya dan tidak pernah merenungi isinya
v  Anda sendirilah yang telah memutuskan untuk melakukan semuanya dalam hidup Anda... Orang lain memang memiliki pengaruh, tetapi total keputusan ada di tangan Anda.  Jadi Andalah yang bertanggung jawab terhadap hidup dan kehidupan Anda.


Inspirasi dan Motivasi



Jika kita ingin mendapatkan sesuatu yang berbeda, maka kita juga harus berfikir dengan cara yang berbeda. Memang dengan hanya berfikir di dalam kotak saja anda masih tetap bisa bergerak, perusahaan anda masih bisa terus berjalan, namun kondisi anda maupun kondisi perusahaan anda akan stagnan, artinya berjalan ditempat, atau sekedar hanya bertahan, kalaupun ada peningkatan, peningkatan itu hanya terjadi secara linear atau lambat. Mungkin kita tidak asing dengan peningkatan 5 atau 10 % bahkan kurang dalam setahun.
 Bagi seorang pemikir revolusioner, jika kita ingin menggandakan hasil kita, kita harus berfikir di luar kotak dimana kita tidak lagi berharap bahwa peningkatan itu hanya 5 % atau 10 % dalam setahun, kita ingin peningkatan itu berkali lipat, bahkan bukan hanya dalam setahun tapi kurang dari setahun. Misalnya kita ingin pendapatan kita berkali lipat hanya dalam waktu 6 bulan.
Berfikir di dalam kotak itu justru dapat membahayakan diri kita, mungkin kita menganggap bahwa kita sudah cukup berfikir dalam kotak saja, masalahnya beban akan terus bertambah, persaingan akan semakin ketat, jika kita hanya berfikir didalam kotak sementara orang lain berfikir di luar kotak, dengan ide-ide baru yang inovatif, ide-ide baru yang terobosan, maka kita akan kalah, kita akan tenggelam. Oleh karena itu kita perlu berfikir di luar kotak sehingga kita mampu bersaing dengan orang lain.
Cobalah tengok keluar, cobalah tengok di toko, cobalah tengok di internet produk-produk baru terus bermunculan.
Kita lihat seperti handphone, mungkin produknya tetap berupa hangphone atau alat komunikasi, namun dapat kita lihat fitur yang inovatif yang hadir di dalam handphone yang baru, handphone lama sudah mulai ketinggalan dan harganyapun akan turun drastis. Jika kita hanya mengandalkan handphone gaya lama, jelas perusahaan handphone akan bankrut dengan segera.
 Apapun bisnis kita, persaingan itu tidak akan pernah diam, perubahan tidak akan pernah berhenti, kita harus tetap terus menerus menemukan ide-ide terobosan supaya kita terus berada di depan.
 Berhubungan dengan masalah waktu, berfikir di luar kotak adalah kita mencari cara-cara baru, bagaimana kita meningkatkan produktivitas diri kita. Bukan hanya meningkat 5 %  atau 10 % saja tetapi bagaimana cara kita melipatgandakanya. Jika anda masih mengatakan “Ah itu tidak mungkin!”. Artinya anda masih berfikir di dalam kotak, kita harus berani berfikir di luar kotak, karena jika kita sudah berani berfikir di luar kotak, maka peluang – peluang terobosan akan muncul di hadapan kita. Jika kita membatasi pikiran kita, maka semua ide-ide hebat tersebut diatas tidak akan pernah muncul dan datang kepada kita.
Kita memerlukan berani, berani yang bagaimana?
    1. Kita harus berani melawan keraguan, baik itu keraguan yang datang dari kita sendiri, maupun keraguan itu dari orang-orang di sekitar kita. Setiap ide yang baru, setiap ide yang aneh, pasti akan mendapatkan penolakan dari berbagai pihak. Namun anda harus tetap berani, seaneh apapun ide tersebut, bahkan ide anda dianggap ide gila anda harus tetap berani melaksanakan ide-ide tersebut, jika tidak maka anda tidak akan pernah bisa berfikir di luar kotak.
    2. Berani mengambil resiko. Jika anda menghasilkan ide-ide baru, gagasan baru untuk meningkatkan produktivitas anda, maka saya katakan bahwa ide tersebut besar kemungkinan untuk tidak berhasil alias gagal. Tidak ada jaminan keberhasilan, karena melakukan sesuatu yang baru tingkat kegagalanya lebih tinggi daripada melakukan sesuatu yang sudah biasa. Karena resikonya besar maka di perlukan suatu keberanian. Suatu keberanian mengambil resiko. Yang jadi pertanyaan adalah kenapa kita mengambil resiko-resiko itu?”.Jawabnya adalah karena di balik resiko tersebut ada sesuatu peluang yang jauh lebih besar. Ingatlah hukum peluang dan resiko, “Semakin besar resiko yang kita ambil, semakin besar pula peluang yang akan kita dapatkan.” Jika kita tidak berani mengambil resiko – resiko yang  besar dan kita hanya mengambil resiko-resiko yang kecil, maka apa yang akan kita dapatkan akan kecil pula. Maka wajarlah jika apa yang akan anda raih tetap stagnan atau mengalami peningkatan secara linier dan lambat.
 Jika anda ingin menggandakan peningkatan anda, maka anda harus berani berfikir di luar kotak, berani melawan keraguan, berani mengambil resiko. berfikir di luar kotaklah yang memungkinkan kita mendapatkan cara-cara baru, cara-cara yang inovatif, cara-cara terobosan, cara-car yang lebih cepat,cara-cara yang tidak biasa.
 Cara-cara seperti ini hanya akan kita dapatkan jika mau berfikir di luar kotak. memang cara-cara yang akan kita dapatkan jika kita berfikir di luar kotak adalah cara yang tidak biasa, cara yang berbeda. Justru disitulah peluangnya.
 Jika anda melakukan cara-cara yang biasa, maka hasilnyapun akan biasa, jika anda melalui jalan yang sama, melalui mobil yang sama, malalui kecepatan yang sama maka waktu yang anda perlukan untuk mencapai tujuan anda akan sama pula.Namun sekali anda berubah, cara anda mengendarai mobil misalnya kecepatan anda di tambah, atau jalan yang anda tempuh berbeda, atau mobil yang anda gunakan berbeda, maka hasilnya akan berbeda pula. Begitu juga dengan pekerjan-pekerjaan lain, jika anda ingin menghasilkan yang berbeda, maka anda harus melakukan sesuatu yang berbeda. Semakin berbeda apa yang anda lakukan, maka semakin besar pula peluang yang akan anda dapatkan.
Dengan berfikir di luar kotak, kita bebas berfikir, kita akan bebas dari cara lama, kita akan bebas dari tradisi, kita akan bebas dari kebiasaan, kita akan bebas dari status quo, dan kita akan terbebas dari zona nyaman.
 Semoga bermanfaat…

Perbedaan Sunni dan Syiah



Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Syafi’i dengan Madzhab Maliki.

Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan?.

Oleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah. Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui.

Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahami persoalan yang sebenarnya. Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiah seperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i.

Padahal perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul.

Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur’an mereka juga berbeda dengan Al-Qur’an kita (Ahlussunnah).

Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur’annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan. Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri. Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).

1. Rukun Islam
Rukun Islam Ahlussunnah kita ada 5:
1.  Syahadatain
2.  As-Sholah
3.  As-Shoum
4.  Az-Zakah
5.  Al-Haj
Rukun Islam Syiah juga ada 5 tapi berbeda:
1.  As-Sholah
2.  As-Shoum
3.  Az-Zakah
4.  Al-Haj
5.  Al wilayah

 2. Rukun Iman
Rukun Iman Ahlussunnah ada enam:
1.  Iman kepada Allah
2.  Iman kepada Malaikat-malaikat Nya
3.  Iman kepada Kitab-kitab Nya
4.  Iman kepada Rasul Nya
5.  Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat
6.  Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.
Rukun Iman Syiah ada 5 :
1.  At-Tauhid
2.  An Nubuwwah
3.  Al Imamah
4.  Al Adlu
5.  Al Ma’ad

3. Syahadat

Ahlussunnah mempunyai Dua kalimat syahada, yakni: “Asyhadu An La Ilaha Illallah wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah”.
Syiah mempunyai tiga kalimat syahadat, disamping “Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.

4. Imamah 

Ahlussunnah meyakini bahwa para imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.
Syiah meyakini dua belas imam-imam mereka, dan termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.



5. Khulafaur Rasyidin 

Ahlussunnah mengakui kepemimpinan khulafaurrosyidin adalah sah. Mereka adalah: a) Abu Bakar, b) Umar, c) Utsman, d) Ali radhiallahu anhum
Syiah tidak mengakui kepemimpinan tiga Khalifah pertama (Abu Bakar, Umar, Utsman), karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai’at dan mengakui kekhalifahan mereka).

6. Kemaksuman Para Imam

Ahlussunnah berpendapat khalifah (imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum. Mereka dapat saja berbuat salah, dosa dan lupa, karena sifat ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi. Sedangkan kalangan syiah meyakini bahwa 12 imam mereka mempunyai sifat maksum dan bebas dari dosa.

7. Para Sahabat

Ahlussunnah melarang mencaci-maki para sahabat. Sedangkan Syiah mengangggap bahwa mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa, bahkan berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai’at  Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.

8. Sayyidah Aisyah 

Sayyidah Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai oleh Ahlussunnah. Beliau adalah termasuk ummahatul Mu’minin. Syiah melaknat dan  mencaci maki Sayyidah Aisyah, memfitnah bahkan mengkafirkan beliau.

9. Kitab-kitab hadits

Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah : Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan At-Tirmidz, Sunan Ibnu Majah dan Sunan An-Nasa’i. (kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).
Kitab-kitab hadits Syiah hanya ada empat : a) Al Kaafi, b) Al Istibshor, c) Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih, dan d) Att Tahdziib. (Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).

10. Al-Quran

Menurut Ahlussunnah Al-Qur’an tetap orisinil dan tidak pernah berubah atau diubah. Sedangkan syiah menganggap bahwa Al-Quran yang ada sekarang ini tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).

11. Surga

Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya. dan Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya. Menurut Syiah, surga hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah. Dan neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.

12. Raj’ah

Aqidah raj’ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah ialah besok di akhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.

Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah, dimana diceritakan bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain. Setelah mereka semuanya bai’at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai  ribuan kali, sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.

Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri, yang berlainan dengan Imam Mahdi yang diyakini oleh Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.

13. Mut’ah

Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram. Sementara Syiah sangat dianjurkan mut’ah dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.

14. Khamr 

Khamer (arak) najis menurut Ahlussunnah. Menurut Syiah, khamer itu suci.

15. Air Bekas Istinjak

Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci, menurut ahlussunnah (sesuai dengan perincian yang ada). Menurut Syiah air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.

16. Sendekap

Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah. Menurut Syiah meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri sewaktu shalat dapat membatalkan shalat. (jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah dan batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).

17. Amin Sesudah Fatihah
 
Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah. Menurut Syiah mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah dan batal shalatnya. (Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).

Demikian telah kami nukilkan beberapa perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Harapan kami semoga pembaca dapat memahami benar-benar perbedaan-perbedaan tersebut. Selanjutnya pembaca yang mengambil keputusan (sikap). Masihkah mereka akan dipertahankan sebaga Muslimin dan Mukminin ? (walaupun dengan Muslimin berbeda segalanya).

Sebenarnya yang terpenting dari keterangan-keterangan diatas adalah agar masyarakat memahami benar-benar, bahwa perbedaan yang ada antara Ahlussunnah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) itu, disamping dalam Furuu’ (cabang-cabang agama) juga dalam Ushuul (pokok/ dasar agama).

Apabila tokoh-tokoh Syiah sering mengaburkan perbedaan-perbedaan tersebut, serta memberikan keterangan yang tidak sebenarnya, maka hal tersebut dapat kita maklumi, sebab mereka itu sudah memahami benar-benar, bahwa Muslimin Indonesia tidak akan terpengaruh atau tertarik pada Syiah, terkecuali apabila disesatkan (ditipu). Oleh karena itu, sebagian besar orang-orang yang masuk Syiah adalah orang-orang yang tersesat, yang tertipu oleh bujuk rayu tokoh-tokoh Syiah.

Akhirnya, setelah kami menyampaikan perbedaan-perbedaan antara Ahlussunnah dengan Syiah, maka dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada Alim Ulama serta para tokoh masyarakat, untuk selalu memberikan penerangan kepada umat Islam mengenai kesesatan ajaran Syiah. Begitu pula untuk selalu menggalang persatuan sesama Ahlussunnah dalam menghadapi rongrongan yang datangnya dari golongan Syiah. Serta lebih waspada dalam memantau gerakan Syiah didaerahnya. Sehingga bahaya yang selalu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita dapat teratasi.

Selanjutnya kami mengharap dari aparat pemerintahan untuk lebih peka dalam menangani masalah Syiah di Indonesia. Sebab bagaimanapun, kita tidak menghendaki apa yang sudah mereka lakukan, baik di dalam negri maupun di luar negri, terulang di negara kita. Semoga Allah selalu melindungi kita dari penyesatan orang-orang Syiah dan aqidahnya. Amin.

“ SAMPAIKAN KE SEMUA KELUARGA ( terutama Anak Isteri Kita ), SAUDARA2 DAN SELURUH UMAT ISLAM, Karena  SYI’AH Niat Banget untuk  MENGHANCURKAN UMAT ISLAM “