Salah
satu amal yang tidak pernah terputus pahalanya sekalipun kita telah
meninggalkan dunia ini adalah “anak yang sholeh/sholehah”. Doa anak yang sholeh
juga merupakan salah satu doa yang insya Allah dikabulkan oleh-Nya. Bagaimana
cara untuk mendidik anak kita menjadi anak yang sholeh? Didiklah ia dengan cara
yang islami, seperti beberapa tips berikut ini:
1.
Biasakan
anak kita bangun pada waktu shubuh.
Contoh: sejak usia dini, ajaklah ia sholat shubuh bersama atau berjamaah di
mesjid.
2. Berikan ia
lingkungan pergaulan dan pendidikan yang islami. Contoh: sejak
dini ikutkan anak kita dalam TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an), mengikuti kursus
di mesjid, dsb.
3. Berikan
teladan, bukan hanya perintah yang egois. Contoh:
jangan hanya menyuruh ia belajar mengaji atau sholat, namun kita sendiri tidak
melakukannya.
4. Ajak anak kita
untuk mengunjungi mesijd secara rutin. Contoh: secara rutin, ajaklah anak
kita untuk berjamaah di mesjid.
5. Perkenalkan
batasan aurat sejak dini. Contoh: jika sejak dini kita biasakan anak perempuan
kita menggunakan jilbab, maka saat dewasa ia justru akan merasa tidak nyaman
jika memperlihatkan auratnya.
6. Biasakan anak
kita untuk selalu membawa perlengkapan sholat, terutama
untuk anak perempuan.
7. Minimalkan anak
kita dalam mendengar musik-musik non islami. Sebaliknya,
maksimalkan anak kita untuk mendengar ayat-ayat Al-Qur’an atau nasyid.
8.
Buatlah jadwal menonton TV dan dampingi anak ketika
menonton. Jauhkan
anak dari tontonan yang tidak mengandung unsur pendidikan, seperti: sinetron,
film horor, film cengeng, dan lain-lain.
9.
Ajarkan nilai-nilai Islam secara langsung. Sampaikan
nilai-nilai Islam yang kita kuasai kepada anak kita. Akan lebih baik jika dalam bentuk
cerita yang menarik.
10.
Jadilah
sahabat setia baginya.
Jadikan ia nyaman untuk menjadikan kita tempat curhat yang utama sehingga kita
akan selalu mengetahui masalahnya.
11.
Ciptakan suasana hangat dan harmonis dalam keluarga. Jika keluarga tidak lagi terasa
hangat baginya, anak akan mencari pelampiasan di tempat lain.
12. Lakukan semua
tips di atas dengan bijak, sabar dan konsisten. Jangan pernah
menggunakan kekerasan dan hindari sikap emosional yang dapat membuatnya sakit
hati.
Semoga tips-tips ini dapat membantu kita menjadi orang
tua yang baik bagi anak kita dan mengajaknya bersama-sama masuk ke dalam
surga-Nya yang kekal. Amin.
“Jika seorang manusia
meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara:
sedekah jariyah (yang mengalir pahalanya), ilmu yang dimanfaatkan, dan anak
shaleh yang mendo’akan kebaikan baginya“. [HR. Muslim dalam Kitab Al-Washiyyah
(4199)]
CARA
RASULULLAH MENDIDIK ANAK
Rasulullah SAW bersabda, “ Apabila Allah menghendaki kebaikan terhadap sebuah keluarga, Allah berikan kepada mereka kepahaman dalam agama, yang muda menghormati yang tua, kasih sayang menjadi anugerah dalam kehidupan mereka, pengeluaran mereka ekonomis dan diberi kemampuan untuk mengetahui aib diri lalu bertaubat dari kesalahan, sebaliknya, jika Allah menghendaki selain itu mereka akan dibiarkan saja ” . ( HR. Daaru Quthni dari Anas ra. ).
I.Panduan dasar untuk orangtua dan pendidik.
Banyak orang tidak menyadari kalau anak adalah salah satu pemimpin umat. Hanya karena masih tertutup dengan baju anak. Seandainya apa yang ada dibalik bajunya dibukakan kepada kita, niscaya kita akan melihat mereka layak disejajarkan dengan para pemimpin. Akan tetapi, sunnatullah menghendaki agar tabir itu disibak sedikit demi sedikit melalui pendidikan. Namun, tidak semua pendidikan berhasil kecuali dengan strategi matang dan berkelanjutan. ( Syaikh Muhammad Al Khidr Husein )
1.Keteladanan : Rasulullah bersabda “ Barangsiapa berkata kepada anaknya, ‘ kemarilah! ( nanti kuberi )’ kemudian tidak diberi maka ia adalah pembohong ” ( HR. Ahmad dari Abu Hurairah )
2.Memilih waktu yang tepat untuk menasehati : Ada 3 pilihan waktu yang dicontohkan Rasul ; saat berjalan-jalan di atas kendaraan, waktu makan dan waktu anak sakit.
3.Bersikap adil dan tidak pilih kasih
4.Memenuhi hak-hak anak
5.Menghargai nasehat dan kebenaran meskipun dari anak kecil.
6.Mendo’akan anak.
7.Membelikan permainan
8.Membantu anak agar berbakti dan taat.
9.Tidak banyak mencela dan memaki.
5.Menghargai nasehat dan kebenaran meskipun dari anak kecil.
6.Mendo’akan anak.
7.Membelikan permainan
8.Membantu anak agar berbakti dan taat.
9.Tidak banyak mencela dan memaki.
II.Membangun
dan membina Aqidah anak.
1.Mentalqinkan kalimat Tauhid pada anak.
2.Cinta kepada Allah, merasa diawasi dan beriman kepada Qodho’ & Qodar
3.Mencintai Rasulullah, keluarga dan sahabatnya.
4.Mengajarkan Al-Qur’an kepada anak.
5.Mendidik keteguhan aqidahnya.
III.Membentuk intelektualitas pada anak
1.Menanamkan kecintaan mencari ilmu dan adabnya.
2.Membimbing anak untuk menghafal Al-Qur’an dan hadits.
3.Memilihkan anak, guru yang shalih.
4.Mendidik anak tera,pil bahasa asing.
5.Mengarahkan sesuai dengan bakat dan kecenderungannya.
6.Membuat perpustakaan di rumah.
1.Mentalqinkan kalimat Tauhid pada anak.
2.Cinta kepada Allah, merasa diawasi dan beriman kepada Qodho’ & Qodar
3.Mencintai Rasulullah, keluarga dan sahabatnya.
4.Mengajarkan Al-Qur’an kepada anak.
5.Mendidik keteguhan aqidahnya.
III.Membentuk intelektualitas pada anak
1.Menanamkan kecintaan mencari ilmu dan adabnya.
2.Membimbing anak untuk menghafal Al-Qur’an dan hadits.
3.Memilihkan anak, guru yang shalih.
4.Mendidik anak tera,pil bahasa asing.
5.Mengarahkan sesuai dengan bakat dan kecenderungannya.
6.Membuat perpustakaan di rumah.
Sifat-sifat Pendidik Sukses
a.Penyabar dan tidak pemarah
b.Lemah lembut dan menghindari kekerasan
c.Hatinya penuh dengan kasih sayang
d.Memilih yang termudah di antara dua perkara
e.Fleksibel
f.Tidak emosional
g.Bersikap moderat dan seimbang
h.Ada senjang waktu dalam memberi nasehat.
a.Penyabar dan tidak pemarah
b.Lemah lembut dan menghindari kekerasan
c.Hatinya penuh dengan kasih sayang
d.Memilih yang termudah di antara dua perkara
e.Fleksibel
f.Tidak emosional
g.Bersikap moderat dan seimbang
h.Ada senjang waktu dalam memberi nasehat.
No comments:
Post a Comment