Ust. Bendry J.
Pondokgede, 29 Jan' 17
Luruskan NIAT : Dalam menjalankan setiap aktifitas kita hendaknya meluruskan niat kita sehingga bisa mendapat ibroh atau pelajaran dari aktifitas tersebut. sama halnya saat kita mendidik anak kita harus mengiklaskan dan meluruskan niat kita semata-mata agar dalam mendidik anak diarahkan oleh Allah SWT.
tidak hanya itu kita juga harus banyak belajar agar kita menjadi orang tua yang handal dan Ahli.
"Jika suatu urusan dikerjakan oleh orang yang bukan ahlinya (berilmu) maka tunggulah kehancurannya".
Begitu pula dalam menjadi orang tua perlu ilmu agar dalam mendidik anak benar-benar menjadi tiket ke surgaNya.
Kegagalan : banyak hal yang menjadikan kita gagal mendidik anak
balighnya lebih utama daripada dewasa aqilnya, ini fenomena yang terjadi saat-saat ini dimana banyak sekali anak yang belum matang secara pemikiran sudah melakukan hal-hal yang belum pantas dilakukan ( yang boleh dilakukan pasangan suami istrui ), banyak sekali perjinahan , hamil diluar nikah, tindak kekerasan yang sangat tidak manusiawi, dan lain sebagainya
Dahulu jika anak yang sadah akil balig pasti mereka disuruh untuk menikah ini semata-mata untuk menjaga mereka dari perbuatan perbuatan yang dilarang, dan untuk menjaga nama baik mereka di masyarakat. keturanan yang baik yang mendatakan kebaikan pula untuk generasi berikutnya.
Hak anak :
naman selain itu kita juga harus menjaga diri kita untuk mencintai anak dan pasangan kita sewajarnya jangan sampai mengalahkan kecintaan kita kepada Allah SWT. ini dijelaskan dalam surat Ali Imran ayat 14
" Dijadikan Indah pada ( pandangan ) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. itulah kesenangan hidup didunia dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik ( surga )
Beberapa Tingkatan cinta :
1. Cinta kepada Allah, Ada beberapa hal mendasar yang mengharuskan kita mencintai Allah SWT, di antaranya yaitu :
2.Cinta kepada Rosul, Hikmah dan keutamaan yang bisa kita ambil dari rasa cinta kita terhadap Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam, diantaranya adalah :
3.cinta untuk berjihad, inilah bentuk pengorbanan dan pembelaan kita terhadap tegaknya agama Islam, untuk itu bersiap siagalah untuk menyanbutnya jika sewaktu-waktu panggilan jihad itu dikumandangkan
Dalam mendidik anak kita janganlah mencari jalan pintas dengan meberikan pendidikan anak kepada orang lain, inilah yang seharusnya menjadi fakus orang tua agar senantiasa menjalankan proses pendidikan ini dilingkungan keluarga terlebih dahulu. dengan lingkungan keluarga sebagai modal perndidikan anak tidak lain agar meminimalkan kesalahan pendidikan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab. " FOKUS TERHADAP PROSES " sehingga menghadirkan pahala kepada orang tuanya itu sendiri.
cotoh nyata yang terjadi dimasa lalu seperti kisah Nabi Nuh as mengajarkan sabar dlm proses yaitu berdakwah 950 th jamaahnya yang didapatnya hanyalah 40 orang
dalam mengasuh anak kita sebagai orang tua harus terlebih dahulu memberikan semua hak-hak anak, Nikmati masa susah dalam mendidik anak yang kelak akan dituai saat dewasa nanti. Kisah nabi Yunus AS yang berputus asa terhadap kaumnya yang tidak mengikuti ajarannya dan meninggalkannya. Sehinga Allah pun menegurnya dengan dibuang ke laut dan di makan ikat paus.(surat 21:87 )
2. Konfirmasi persepsi anak adalah hendaknya kita melibatkan mereka tentang pengambilan keputusan unutk memilih apa yang mereka suka dan yang tidak mereka suka. sehingga mereka akan terbiasa untuk mempertimbangakan baik dan buruknya dalam mengambil sikap.
3. bertanya dan bermusyawarah dg anak.
Kisah nabi Ibrahim as dg putranya nabi Ismail as saat perintah Allah untuk menyembelihnya.
jika anak sudah bisa membedakan kanan dan kiri, maka tanyalah apa keinginan dan harapannya.
Bertanya dulu sebelum bercerita atau melakukan sesuatu.
berikan hak anak dlm bermain. Shg saat dewasa tetap bersikap dewasa bukan spt anak2 krn semasa kecilnya hak bermain tdk diberikan. HR. Ahmad dan Baihaqi "Sesungguhnya ada orgtua yg masuk surga dan diangkat derajatnya. Padahal ibadahnya biasa-biasa saja. Kok bisa? Karena permohonan doa dari anaknya.
Hak anak terhadap ayahnya:1. Dipilihkan ibu yang baik
2. Mdpt nama yang baik
3. Diajarkan al kitab/al quran
Kebaikan itu akan dapat menaklukkan hati manusia dengan syarat SERING dan EKSTRIM.
Waktu ekstrim dalam pendekatan kepada anak:
1. Hadirlah saat anak waktu sedih.
2. Hadirlah saat anak sedang sakit.
3. Hadirlah saat anak unjuk prestasi
Kesimpulan :
1. Pelajari ilmunya
2. Penuhi haknya
3. Fokus dalam proses mendidiknya.
Pondokgede, 29 Jan' 17
Luruskan NIAT : Dalam menjalankan setiap aktifitas kita hendaknya meluruskan niat kita sehingga bisa mendapat ibroh atau pelajaran dari aktifitas tersebut. sama halnya saat kita mendidik anak kita harus mengiklaskan dan meluruskan niat kita semata-mata agar dalam mendidik anak diarahkan oleh Allah SWT.
tidak hanya itu kita juga harus banyak belajar agar kita menjadi orang tua yang handal dan Ahli.
"Jika suatu urusan dikerjakan oleh orang yang bukan ahlinya (berilmu) maka tunggulah kehancurannya".
Begitu pula dalam menjadi orang tua perlu ilmu agar dalam mendidik anak benar-benar menjadi tiket ke surgaNya.
Kegagalan : banyak hal yang menjadikan kita gagal mendidik anak
balighnya lebih utama daripada dewasa aqilnya, ini fenomena yang terjadi saat-saat ini dimana banyak sekali anak yang belum matang secara pemikiran sudah melakukan hal-hal yang belum pantas dilakukan ( yang boleh dilakukan pasangan suami istrui ), banyak sekali perjinahan , hamil diluar nikah, tindak kekerasan yang sangat tidak manusiawi, dan lain sebagainya
Dahulu jika anak yang sadah akil balig pasti mereka disuruh untuk menikah ini semata-mata untuk menjaga mereka dari perbuatan perbuatan yang dilarang, dan untuk menjaga nama baik mereka di masyarakat. keturanan yang baik yang mendatakan kebaikan pula untuk generasi berikutnya.
Hak anak :
- Diberi nama yaitu Berilah nama anak yang didalamnya mengandung arti yang baik dan juga do'a harapan kita untuk anak kita
- Di akikah kan yaitu sebagai wujud syukur kita kepada Allah Ta'ala atas karunia yang tidak terhitung banyaknya
- Dididik yaitu dengan mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan keislaman sehingga Mereka mempunyai bekal baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat
naman selain itu kita juga harus menjaga diri kita untuk mencintai anak dan pasangan kita sewajarnya jangan sampai mengalahkan kecintaan kita kepada Allah SWT. ini dijelaskan dalam surat Ali Imran ayat 14
" Dijadikan Indah pada ( pandangan ) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. itulah kesenangan hidup didunia dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik ( surga )
Beberapa Tingkatan cinta :
1. Cinta kepada Allah, Ada beberapa hal mendasar yang mengharuskan kita mencintai Allah SWT, di antaranya yaitu :
- Karena Allah SWT berkata tentang orang-orang yang dicintai-Nya : “Katakanlah : “JIka kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. “Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali-Imran [3]:31)
- Karena Allah SWT yang telah menciptakan kita semua dari tidak ada, lalu Dia menyempurnakan penciptaan kita dan memberikan anugerah dengan berbagai keutamaan melebihi orang-orang yang diberi keutamaan, di antaranya dengan kenikmatan Islam. Allah SWT pun memberikan reziki yang teramat banyak kepada kita tanpa kita meminta-Nya dan Dialah yang memiliki surga sebagai balasan amal-amal, sebagai pemberian dan keutamaan, ini merupakan keutamaan yang awal dan akhir.
- Rasulullah SAW berdoa agar mencintai Allah SWT. Dan beliau SAW adalah teladan kita, jika demikian halnya maka kitapun harus mencari cinta Allah SWT sebagai wujud itibak dan peneladanan kita kepada beliau SAW : “Ya Allah, aku memohon cinta-Mu dan cinta orang yang mencintai-Mu dan cinta terhadap amalan yang akan mendekatkanku kepada cinta-Mu”. HR. Al-Tirmidzi.
2.Cinta kepada Rosul, Hikmah dan keutamaan yang bisa kita ambil dari rasa cinta kita terhadap Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam, diantaranya adalah :
- Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam adalah teladan yang baik bagi umatnyaMereka yang meneladani Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam baik ucapan maupun perbuatan beliau adalah orang-orang yang telah menempuh jalan yang lurus yang pada akhirnya akan membawa mereka menuju kemuliaan serta rahmad dari Allah SWT. Allah SWT berfirman :
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ
أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ
وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri)
Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang
mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia
banyak menyebut Allah.” (Qs. al-Ahzaab: 21)
- Dengan mencintai Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam akan membawa kita untuk melakukan hal-hal yang beliau cintai
Suatu ungkapan menyatakan bahwa “bukankah pecinta akan melakukan hal-hal yang disukai oleh yang dicintai?” jadi dengan mencintai Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam maka kita akan terbawa untuk melakukan hal-hal yang disukai oleh Beliau Sholallahu Alaihi Wassalam. Dan itu artinya bahwa kita akan berjalan di jalan yang diridhoi Allah SWT. Selain itu, orang yang mencintai Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam dengan sungguh-sungguh, maka Beliau sholallahu Alaihi Wassalam akan membalas dengan cintanya pula.
- Mereka yang mencintai Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam akan senantiasa bersama Beliau Sholallahu Alaihi Wassalam
“Kapankah kiamat datang?” Nabi pun SAW menjawab, “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?” Orang itu menjawab, “Wahai Rasulullah, aku belum mempersiapkan shalat dan puasa yang banyak, hanya saja aku mencintai Allah dan Rasul-Nya SAW” Maka Rasulullah SAW pun bersabda, “Seseorang (di hari kiamat) akan bersama orang yang dicintainya, dan engkau akan bersama yang engkau cintai.” Anas pun berkata, “Kami tidak lebih bahagia daripada mendengarkan sabda Nabi SAW, ‘Engkau akan bersama orang yang engkau cintai.’” Anas kembali berkata, “Aku
mencintai Nabi SAW, Abu Bakar dan Umar, maka aku berharap akan bisa
bersama mereka (di hari kiamat), dengan cintaku ini kepada mereka,
meskipun aku sendiri belum (bisa) beramal sebanyak amalan mereka.”
- Dengan tulus mencintai Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam, maka orang tersebut akan merasakan manisnya iman
“Ada tiga hal, barang siapa
melaksanakan ketiga-tiganya maka ia akan merasakan kelezatan iman: Orang
yang mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cinta kepada yang lain,
orang yang mencintai orang lain hanya karena Allah dan orang yang benci
untuk kembali kekafiran sebagaimana benci untuk masuk ke dalam neraka.“(HR. Bukhari)
- Dengan mencintai Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam akan dapat membawa seseorang menuju pada kesempurnaan iman
“Demi Allah, salah seorang dari
kalian tidak akan dianggap beriman hingga diriku lebih dia cintai dari
pada orang tua, anaknya dan seluruh manusia.” (HR. Al-Bukhari)
3.cinta untuk berjihad, inilah bentuk pengorbanan dan pembelaan kita terhadap tegaknya agama Islam, untuk itu bersiap siagalah untuk menyanbutnya jika sewaktu-waktu panggilan jihad itu dikumandangkan
Dalam mendidik anak kita janganlah mencari jalan pintas dengan meberikan pendidikan anak kepada orang lain, inilah yang seharusnya menjadi fakus orang tua agar senantiasa menjalankan proses pendidikan ini dilingkungan keluarga terlebih dahulu. dengan lingkungan keluarga sebagai modal perndidikan anak tidak lain agar meminimalkan kesalahan pendidikan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab. " FOKUS TERHADAP PROSES " sehingga menghadirkan pahala kepada orang tuanya itu sendiri.
cotoh nyata yang terjadi dimasa lalu seperti kisah Nabi Nuh as mengajarkan sabar dlm proses yaitu berdakwah 950 th jamaahnya yang didapatnya hanyalah 40 orang
dalam mengasuh anak kita sebagai orang tua harus terlebih dahulu memberikan semua hak-hak anak, Nikmati masa susah dalam mendidik anak yang kelak akan dituai saat dewasa nanti. Kisah nabi Yunus AS yang berputus asa terhadap kaumnya yang tidak mengikuti ajarannya dan meninggalkannya. Sehinga Allah pun menegurnya dengan dibuang ke laut dan di makan ikat paus.(surat 21:87 )
2. Konfirmasi persepsi anak adalah hendaknya kita melibatkan mereka tentang pengambilan keputusan unutk memilih apa yang mereka suka dan yang tidak mereka suka. sehingga mereka akan terbiasa untuk mempertimbangakan baik dan buruknya dalam mengambil sikap.
3. bertanya dan bermusyawarah dg anak.
Kisah nabi Ibrahim as dg putranya nabi Ismail as saat perintah Allah untuk menyembelihnya.
jika anak sudah bisa membedakan kanan dan kiri, maka tanyalah apa keinginan dan harapannya.
Bertanya dulu sebelum bercerita atau melakukan sesuatu.
berikan hak anak dlm bermain. Shg saat dewasa tetap bersikap dewasa bukan spt anak2 krn semasa kecilnya hak bermain tdk diberikan. HR. Ahmad dan Baihaqi "Sesungguhnya ada orgtua yg masuk surga dan diangkat derajatnya. Padahal ibadahnya biasa-biasa saja. Kok bisa? Karena permohonan doa dari anaknya.
Hak anak terhadap ayahnya:1. Dipilihkan ibu yang baik
2. Mdpt nama yang baik
3. Diajarkan al kitab/al quran
Kebaikan itu akan dapat menaklukkan hati manusia dengan syarat SERING dan EKSTRIM.
Waktu ekstrim dalam pendekatan kepada anak:
1. Hadirlah saat anak waktu sedih.
2. Hadirlah saat anak sedang sakit.
3. Hadirlah saat anak unjuk prestasi
Kesimpulan :
1. Pelajari ilmunya
2. Penuhi haknya
3. Fokus dalam proses mendidiknya.