Rangkuman catatan belajar Neuroparenting (1)
Oleh: Ardaniya Rizka
Perkembangan otak anak:
1. Panca indera sebagai penerima stimulus dari luar. Telinga merupakan indera yang pertama kali aktif dan terakhir kali pula nonaktif (wafat). Telinga non-aktif enam jam setelah detak jantung terakhir. Panca indera anak antara lain: telinga, mata, hidung, lidah, kulit.
2. Amygdala, yang merupakan pusat otak yang mengendalikan emosi. Amygdala ini aktif sejak lahir dan berhenti berkembang di usia 14 tahun. That's why, emosi anak sebaiknya dikembangkan sejak anak lahir hingga 14 tahun (remaja). Apabila kita sebagai orang tua mengenalkan/mengembangkan kecerdasan emosi di usia SMA, it's too late. Amygdala sudah berhenti berkembang.
3. Area Broca dan wernicke. Area ini mulai berkembang di usia anak kira-kira 1,5 tahun. Saat ini biasanya anak lagi 'rame-ramenya'. Area ini merupakan pusat bahasa. Oleh karena itu, di usia ini berilah anak rangsangan akan bahasa.
4. Basal ganglia, merupakan tempat memori otomatis. Mulai berkembang di usia 2 tahun. Area ini sebaiknya diberi rangsanga berupa kebiasaan-kebiasaan baik agar kebiasaan baik tersebut masuk menjadi memori otomatis anak.
5. Lobus parietalis mulai berkembang di usia 2 s/d 2,5 tahun. Ia berhenti berkembang di usia 7 tahun. Fungsi area ini adalah menciptakan mental imagine (daya imajinasi). Mulailah mengajari anak beretika dengan menggunakan contoh (menjadi teladan). Di usia ini, anak dapat diajarkan membaca dengan menggunakan parietal lobes. Aktivitas membaca dapat dilakuka dengan melihat gambar, nada suara, dan gerakan sehingga anak bisa membayangkan, terangsang untuk membentuk mental image.
6. Hippocampus yang merupakan pusat otak bagian memori (kognisi) mulai berkembang di usia empat tahun. Itu sebabnya anak-anak disarankan mulai belajar (calistung) di atas usia 4 tahun. Jika rangsangan diberikan sebelum empat tahun, hal tersebut kurang optimal. Bahkan akan mengurangi jatah rangsangan bagian-bagian otak yang lain, yang sudah berkembang lebih dulu (misalnya amygdala yang mengendalikan emosi). Hal ini dapat menyebabkan anak pintar secara kognitif, tetapi emosinya kurang berkembang {Hiks, hal ini terjadi pada si abang. Maafkan ummi yang baru tahu ilmunya ya Nak...ðŸ˜}. Hippocampus ini berkembang selamanya sehingga manusia bisa terus belajar hingga akhir hayat.
7. PFC: Pre Frontal Cortex. Mulai berkembang di usia 5 tahun hingga 21 tahun. PFC berfungsi dalam memaknai sesuatu (nilai-nilai), merencanakan, mengambil keputusan, atensi/perhatian, pengendalian, empati, menunda kenikmatan. Bayangkan jika PFC anak-anak rusak karena imbas pornografi, bisa membayangkan apa yang terjadi dengan mereka?
Karena PFC baru berkembang di usia 5 tahun, tidak usah heran, jika anak-anak baru belajar berkonsentrasi di usia ini.
Sekian rangkuman catatan kali ini. Masih banyak kekurangan. Semoga bisa terus belajar dan berubah menjadi lebih baik.
#neuroparenting
#dramirzuhdi
Oleh: Ardaniya Rizka
Perkembangan otak anak:
1. Panca indera sebagai penerima stimulus dari luar. Telinga merupakan indera yang pertama kali aktif dan terakhir kali pula nonaktif (wafat). Telinga non-aktif enam jam setelah detak jantung terakhir. Panca indera anak antara lain: telinga, mata, hidung, lidah, kulit.
2. Amygdala, yang merupakan pusat otak yang mengendalikan emosi. Amygdala ini aktif sejak lahir dan berhenti berkembang di usia 14 tahun. That's why, emosi anak sebaiknya dikembangkan sejak anak lahir hingga 14 tahun (remaja). Apabila kita sebagai orang tua mengenalkan/mengembangkan kecerdasan emosi di usia SMA, it's too late. Amygdala sudah berhenti berkembang.
3. Area Broca dan wernicke. Area ini mulai berkembang di usia anak kira-kira 1,5 tahun. Saat ini biasanya anak lagi 'rame-ramenya'. Area ini merupakan pusat bahasa. Oleh karena itu, di usia ini berilah anak rangsangan akan bahasa.
4. Basal ganglia, merupakan tempat memori otomatis. Mulai berkembang di usia 2 tahun. Area ini sebaiknya diberi rangsanga berupa kebiasaan-kebiasaan baik agar kebiasaan baik tersebut masuk menjadi memori otomatis anak.
5. Lobus parietalis mulai berkembang di usia 2 s/d 2,5 tahun. Ia berhenti berkembang di usia 7 tahun. Fungsi area ini adalah menciptakan mental imagine (daya imajinasi). Mulailah mengajari anak beretika dengan menggunakan contoh (menjadi teladan). Di usia ini, anak dapat diajarkan membaca dengan menggunakan parietal lobes. Aktivitas membaca dapat dilakuka dengan melihat gambar, nada suara, dan gerakan sehingga anak bisa membayangkan, terangsang untuk membentuk mental image.
6. Hippocampus yang merupakan pusat otak bagian memori (kognisi) mulai berkembang di usia empat tahun. Itu sebabnya anak-anak disarankan mulai belajar (calistung) di atas usia 4 tahun. Jika rangsangan diberikan sebelum empat tahun, hal tersebut kurang optimal. Bahkan akan mengurangi jatah rangsangan bagian-bagian otak yang lain, yang sudah berkembang lebih dulu (misalnya amygdala yang mengendalikan emosi). Hal ini dapat menyebabkan anak pintar secara kognitif, tetapi emosinya kurang berkembang {Hiks, hal ini terjadi pada si abang. Maafkan ummi yang baru tahu ilmunya ya Nak...ðŸ˜}. Hippocampus ini berkembang selamanya sehingga manusia bisa terus belajar hingga akhir hayat.
7. PFC: Pre Frontal Cortex. Mulai berkembang di usia 5 tahun hingga 21 tahun. PFC berfungsi dalam memaknai sesuatu (nilai-nilai), merencanakan, mengambil keputusan, atensi/perhatian, pengendalian, empati, menunda kenikmatan. Bayangkan jika PFC anak-anak rusak karena imbas pornografi, bisa membayangkan apa yang terjadi dengan mereka?
Karena PFC baru berkembang di usia 5 tahun, tidak usah heran, jika anak-anak baru belajar berkonsentrasi di usia ini.
Sekian rangkuman catatan kali ini. Masih banyak kekurangan. Semoga bisa terus belajar dan berubah menjadi lebih baik.
#neuroparenting
#dramirzuhdi
No comments:
Post a Comment